Newsils.com || Sidoarjo – Penanganan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan warga ke Polsek Waru menuai sorotan publik. Pasalnya, laporan terkait kerugian sebesar Rp105 juta tersebut disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan meski telah berjalan hampir empat bulan.

Korban diketahui bernama D.K, yang mengaku menjadi korban penipuan oleh seorang wanita berinisial P.J..A
Terduga pelaku disebut merupakan penghuni kontrakan di kawasan Perum Pepelegi Indah, Jalan Raung No. 20. Sementara alamat KTP terduga pelaku tercatat di wilayah Tambaksari, Surabaya.

D mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penanganan laporan yang dinilai lamban. Ia mengaku telah berulang kali meminta kejelasan kepada pihak kepolisian, namun hanya diminta untuk bersabar.
“Saya sudah hampir empat bulan menunggu tanpa ada tindak lanjut yang jelas. Saya hanya diminta sabar. Tapi sampai kapan? Bagaimana dengan nasib dan keuangan saya yang harus kembali?” ujarnya.
Kasus ini pun mulai menjadi perhatian publik setelah informasinya tersebar ke sejumlah rekan media online. Masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani laporan warga, khususnya yang menyangkut kerugian finansial dalam jumlah besar.
D juga berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengambil langkah konkret, termasuk kemungkinan mediasi dengan terduga pelaku.
“Saya berharap jika memang ada mediasi, Polsek Waru bisa memberikan solusi terbaik dan benar-benar membantu saya sebagai korban,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Apep, SH, MH, saat dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali mengaktifkan proses penyidikan.
“Berkas dalam penyidikan akan segera kita pugar kembali dan dilakukan gelar perkara. Kami mohon doa dari rekan-rekan media agar proses pemanggilan saksi dan pelaku dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian terbuka terhadap kemungkinan mediasi apabila dibutuhkan oleh kedua belah pihak.
“Apabila diperlukan mediasi, tentu akan kami fasilitasi.
Kami berharap Polsek Waru dapat membantu korban dengan cepat dan tepat,” tutupnya.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan langkah nyata dari aparat kepolisian dalam menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan profesional. Sult





