27.6 C
Indonesia
Kamis, Mei 7, 2026

Revitalisasi Pasar Tradisional Jadi Fokus Pemkab Sidoarjo

Newsils.com || SIDOARJO — Subandi membahas upaya revitalisasi pasar tradisional bersama koordinator dan pengelola pasar di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/5/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan retribusi pasar hingga banyaknya kios yang tidak lagi beroperasi.

Dalam audiensi itu, Subandi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setyaningtyas Astrawati.

Berdasarkan data yang dipaparkan, target retribusi pasar tahun 2024 berhasil tercapai. Namun, capaian tahun 2025 masih belum memenuhi target. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya aktivitas pasar tradisional akibat persaingan dengan pasar modern dan meningkatnya transaksi daring.

 

Subandi meminta seluruh pengelola pasar melakukan pemetaan terhadap kondisi pasar untuk meningkatkan pendapatan retribusi. Pemkab Sidoarjo juga akan turun langsung meninjau kondisi pasar di lapangan.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung melihat kondisi pasar tradisional,” ujar Subandi.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana menerapkan sistem retribusi non-tunai yang akan didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Pemerintah daerah juga menyiapkan dashboard data pasar tradisional yang memuat jumlah kios dan lapak pedagang agar dapat dipantau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Subandi menilai kepala pasar harus mampu berinovasi agar pasar tradisional tetap diminati masyarakat.

“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar pembeli dan penjual merasa nyaman. Bila perlu disediakan WiFi gratis agar transaksi jual beli dapat dilakukan secara online,” katanya.

 

Sementara itu, pengelola pasar menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi. Di antaranya kerusakan kios kosong, paving pasar yang rusak, hingga saluran air yang tidak berfungsi optimal sehingga menyebabkan genangan saat musim hujan.

 

Dana sekitar Rp2,3 miliar disebut akan digunakan untuk pengembangan sejumlah pasar, seperti perbaikan paving, pembangunan los basah, serta perbaikan pagar pasar di wilayah Sukodono dan Wonoayu.

Pengelola Pasar Wonoayu juga berencana menggelar “Gebyar Pasar Wonoayu” pada pertengahan Mei mendatang untuk meningkatkan kembali aktivitas masyarakat di pasar tradisional.
Di Pasar Krian, persoalan pascakebakaran dan saluran air tersumbat masih menjadi perhatian.

 

Sedangkan di Pasar Wadungasri, tingkat keterisian kios lantai dua disebut hanya sekitar 10 persen akibat persaingan toko modern dan penjualan online.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Subandi menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk segera melakukan pemetaan dan kajian terkait kebutuhan perbaikan infrastruktur pasar tradisional.
“Kami akan melihat langsung kondisi pasar agar penanganannya tepat sasaran,” tegasnya. Sult/Kominfo

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular