Newsils.com || Sidoarjo – Langkah cepat pembangunan kembali ditegaskan Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menerima kunjungan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Kohir, di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa sinergi Pemkab Sidoarjo dan TNI siap “tancap gas” mempercepat pembangunan daerah.
Didampingi jajaran pejabat strategis, mulai dari Sekda Sidoarjo hingga para camat dan kepala desa, forum tersebut menegaskan satu tujuan besar: menjadikan Sidoarjo lebih maju, aman, dan sejahtera melalui kolaborasi nyata lintas sektor.
“Sinergi ini kunci. Kita ingin Sidoarjo benar-benar kondusif untuk investasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegas Subandi.
Tak hanya menjaga stabilitas wilayah, kerja sama ini juga menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Mulai dari penanganan bencana, pembinaan masyarakat, hingga penguatan program sosial yang berdampak luas.
Sorotan utama tertuju pada percepatan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, 206 koperasi telah terbentuk di Sidoarjo—angka yang terus digenjot menuju target maksimal.
Subandi bahkan menginstruksikan kesiapan penuh para kepala desa dan camat, termasuk melalui sidak, agar program ini berjalan tanpa hambatan.
“Kita kawal bersama. Jangan sampai ada celah masalah. Target kita jelas: koperasi kuat, ekonomi rakyat bangkit,” ujarnya penuh optimisme.
Tak berhenti di sektor ekonomi, gebrakan juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur. Pemkab Sidoarjo bersama Korem 084 tengah menyiapkan proyek strategis “Jembatan Merah Putih” yang akan membuka akses wilayah terisolasi.
Pendanaan akan didorong melalui kolaborasi dengan perusahaan besar lewat program CSR.
“Kita jemput bola. Koordinasi langsung dengan perusahaan agar pembangunan jembatan ini cepat terealisasi,” imbuh Subandi.
Di sisi lain, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa kunjungannya membawa pesan langsung dari Prabowo Subianto. Program KDMP, menurutnya, merupakan prioritas nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin Sidoarjo jadi yang terdepan—100 persen desa punya koperasi. Ini bukan sekadar target, tapi komitmen,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan kepala desa dalam pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur, demi memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhambat.
Tak kalah penting, TNI juga terus berperan aktif dalam program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
“Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, TNI siap jadi garda terdepan pembangunan. Sidoarjo punya potensi besar dan layak jadi prioritas,” pungkas Kohir.
Dengan sinergi yang semakin solid, Sidoarjo kini tak hanya bergerak—tetapi melaju cepat menuju masa depan yang lebih maju dan merata. Sult





