Lebih dari 500 Santri Keluhkan Gangguan Kesehatan, Menteri PPPA Tinjau Langsung Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo

Newsils.com || SIDOARJO – Perhatian pemerintah terhadap kondisi para santri yang terdampak dugaan keracunan massal di Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terus dilakukan.

Pada Jumat (4/9/2026), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), serta Forkopimda Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan kerja ke Ponpes Manbaul Hikam.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan para santri sekaligus memastikan proses penanganan dan pelayanan medis berjalan dengan baik.

Rombongan di antaranya Menteri PPPA Arifatul Khoiri Fauzi, Mayjen TNI (Purn) Trenggono selaku Wakil BGN Nasional, Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Tuejeh, Mayjen (Purn) Dedi Solihin, Mayjen (Purn) Syaiful Rachiman, Lindsey Afsari Puteri selaku Tenaga Ahli Utama, Irhamna selaku Tenaga Ahli Madya, serta Irhash Ahmad selaku Tenaga Ahli Muda.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut Forkopimka Tanggulangin sebelum kemudian menuju kediaman pengasuh Ponpes Manbaul Hikam.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Gus Wahid, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kedatangan pemerintah serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan para santri.

Gus Wahid menjelaskan, makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba di pondok sekitar pukul 11.00 WIB dan kemudian dikonsumsi para santri sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat sebelum mereka kembali mengikuti kegiatan pembelajaran.

Menurutnya, setelah para santri selesai melaksanakan salat Ashar, mulai muncul sejumlah keluhan kesehatan, terutama mual dan kondisi tubuh yang kurang sehat. Keluhan tersebut kemudian semakin meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.

“Setelah selesai salat Ashar, mulai banyak santri yang menyampaikan keluhan, terutama mual dan kondisi kurang sehat. Keluhan kemudian semakin meningkat dan mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya para santri mulai dibawa ke rumah sakit dan ambulans berdatangan untuk membantu proses evakuasi serta penanganan medis,” jelas Gus Wahid.

Ia menegaskan, berdasarkan keterangan pihak pondok, para santri pada saat kejadian tidak mengonsumsi makanan yang disediakan pondok, melainkan makanan yang diterima melalui program MBG.

Bahkan, sejumlah pengurus dan santri yang turut mengonsumsi makanan MBG juga mengalami keluhan kesehatan pada malam hari.
“Jumlah santri yang menerima makanan MBG sekitar 1.000 orang. Sedangkan santri yang mengalami keluhan atau terdampak diperkirakan lebih dari 500 orang,” ungkapnya.

Gus Wahid juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai adanya korban meninggal dunia. Ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban meninggal dunia seperti berita yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Pihak pesantren, lanjut Gus Wahid, juga terus memberikan edukasi dan imbauan kepada keluarga serta wali santri agar tetap memantau kondisi kesehatan anak-anak mereka. Apabila muncul keluhan atau gejala gangguan kesehatan, pihak keluarga diminta segera membawa santri untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, relawan, serta seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan para santri.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan para santri. Kami berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan program MBG dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi para santri serta seluruh penerima manfaat,” pungkas Gus Wahid.

Sementara itu, dalam keterangannya, pihak Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa kunjungan Menteri PPPA bersama rombongan ke Ponpes Manbaul Hikam merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi para santri pascakejadian tersebut.

Kunjungan dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan santri sekaligus memastikan proses penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap para korban berjalan secara optimal.

Selain itu, pemerintah juga ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai perkembangan kondisi para santri serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh pihak pesantren bersama pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kunjungan Menteri PPPA, Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Wakil BGN, dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo di Ponpes Manbaul Hikam berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kejadian tersebut kini menjadi perhatian bersama sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut aspek keamanan pangan, pengawasan, distribusi, serta penanganan cepat apabila terjadi keluhan kesehatan pada penerima manfaat.

Sult

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *