Newsils.com || Sidoarjo — Kebangkitan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Kabupaten Sidoarjo bukan sekadar wacana. Melalui geliat UMKM, perempuan Hindu kini tampil di garis depan, membuktikan bahwa kecerdasan, kecekatan, dan kreativitas mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Minggu 19/4/26.
Berbagai produk kuliner hasil karya tangan-tangan terampil anggota WHDI sukses mencuri perhatian. Mulai dari makanan tradisional hingga inovasi kekinian, semuanya hadir dengan cita rasa yang menggoda dan kualitas yang tak kalah bersaing. Keberagaman menu ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM umat Hindu memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.
Tak hanya soal rasa, kedai-kedai lokal milik WHDI juga menawarkan suasana yang hangat, penuh keceriaan, dan sarat kebersamaan. Ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ruang hidup yang mencerminkan semangat gotong royong dan identitas budaya yang kuat.
Melihat potensi besar tersebut, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turun tangan secara nyata. Dukungan berupa pembinaan, promosi, hingga fasilitasi pasar dinilai penting agar produk makanan dan minuman khas WHDI mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Ketua panitia pelaksana Pura Penataran Agung Margo Wening, Wayan Eka Martana, menegaskan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah progresif ini. Ia menyebut, gerakan UMKM WHDI adalah simbol kebangkitan ekonomi umat yang patut dijaga dan dikembangkan.
“Ini bukan hanya soal usaha, tapi tentang semangat, identitas, dan kemandirian. Kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh langkah UMKM WHDI,” tegasnya.
Dengan semangat yang terus menyala, UMKM WHDI Sidoarjo diyakini mampu menjadi kekuatan baru dalam peta ekonomi lokal—bahkan berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Sult





