Newsils.com || SURABAYA – Semangat persatuan dan kebhinekaan mewarnai rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara (KPSEN) untuk mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031, serta memberikan gelar kehormatan kepada sejumlah tokoh.
Dalam kegiatan tersebut, gelar kehormatan dan apresiasi kepada Evi Ekawati, SE, SH, M.Hum, sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan, persaudaraan, serta persatuan antarsuku dan etnis di Kota Surabaya.
Ketua Pendiri KPSEN, Donal Ariyanto Davidson Retta, A.Md.Kep, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi energi dan terobosan baru dalam membawa organisasi semakin maju.

“Selamat atas dikukuhkannya para pengurus KPSEN yang baru. Semoga pengukuhan ini menjadi terobosan baru untuk membawa nama harum KPSEN serta terus menjaga kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati,” tegas Donal.
Menurutnya, keberadaan KPSEN diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan etnis.
Sementara itu, Evi Ekawati mengungkapkan rasa bangga setelah menerima sumpah jabatan sekaligus bendera pataka Flobamora Indonesia Berkarya. Baginya, amanah tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang untuk membangun persatuan dan persaudaraan.
“Dengan bangga hati saya menerima sumpah jabatan serta bendera pataka Flobamora Indonesia Berkarya. Mari kita lanjutkan perjuangan ini demi mempersatukan suku-suku dan etnis yang ada di wilayah Kota Surabaya,” ujar Evi.
Evi menegaskan, KPSEN membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai kelompok masyarakat untuk bergabung dan membangun kebersamaan tanpa membedakan latar belakang.
“Suku Ambon, NTT, Bali, Maluku dan suku-suku lainnya, kami persilakan untuk bergabung. Bergabung secara individu boleh, maupun bersama-sama dalam jumlah banyak juga diperbolehkan,” katanya.
Ia juga menempatkan dirinya sebagai sosok yang siap menjadi pengayom sekaligus membangun rasa kekeluargaan di tubuh organisasi.
“Saya sebagai mama atau orang tua di KPSEN akan senantiasa membangun kebersamaan dan persaudaraan yang kuat demi bersatunya organisasi kita ini.
Jangan segan-segan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik,” tutur Evi.
Dengan penuh semangat, Evi mengajak seluruh anggota untuk tidak minder dengan latar belakang sosial maupun ekonomi.
Ia mengaku dirinya juga pernah berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah sebelum terus berjuang hingga mencapai posisi saat ini.
“Jangan pernah takut untuk berjuang. Saya juga berawal dari kalangan menengah ke bawah. Yang terpenting adalah kemauan, kebersamaan dan semangat untuk maju,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan baru KPSEN masa bakti 2026–2031 mampu membawa organisasi semakin solid dan berkembang, sekaligus menjadi salah satu wadah yang memperkuat persatuan masyarakat dari berbagai suku dan etnis di Surabaya.
“Maju dan jayalah selalu Komite Flobamora Berkarya. Indonesia satu, persaudaraan harus terus kita jaga. Kita bangun kebersamaan dan kolaborasi untuk Indonesia yang lebih kuat,” pungkas Evi.
Momentum pengukuhan tersebut pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana masyarakat saat ini menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Berbeda suku dan etnis bukan alasan untuk terpecah.
Sesi penyerahan dan pengukuhan di buka dengan pemotongan nasi tumpeng kuning serta penyerahan baju kain batik sutra ciri khas adat istiadat warga suku Dayak NTT.
Justru dari keberagaman itulah persatuan Indonesia semakin kuat. Sult












