Newsils.com || SIDOARJO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di kawasan Deltasari, Sidoarjo, pada Minggu (30/8/2026), diwarnai keluhan sejumlah warga. Kegiatan jalan sehat yang dipusatkan di Lapangan Desa Pabean tersebut mendapat sorotan lantaran penggunaan sound system berukuran besar dinilai terlalu keras saat melintasi kawasan permukiman.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB itu menggunakan tiga mobil pikap yang mengangkut perangkat sound system. Saat rombongan melintasi Jalan Raya Perumahan Deltasari, suara musik dan dentuman bass disebut terdengar hingga ke dalam rumah warga.
Sejumlah warga mengaku tidak keberatan dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Namun, mereka meminta penyelenggara tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat, khususnya ketika kegiatan berlangsung di sekitar kawasan padat permukiman.
Salah seorang warga yang terdampak mengaku suara keras tersebut membuat kondisi tubuhnya tidak nyaman.
“Saya punya riwayat sakit. Kalau mendengar suara keras, saya bisa sesak, tubuh gemetar, keluar keringat dingin, dan jantung berdebar. Rasanya panik dan tidak nyaman,” ungkapnya.
Warga berharap kejadian serupa menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kegiatan berikutnya. Mereka meminta pengaturan volume sound system serta rute kegiatan lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, sehingga kemeriahan perayaan kemerdekaan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu kenyamanan maupun kesehatan warga.
Kepala Desa Ngingas Berikan Klarifikasi
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Ngingas, Samian, memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan jalan sehat tersebut.
Samian mengatakan, rute kegiatan memang dirancang untuk menjangkau wilayah Dusun Dukuh Ngingas yang berbatasan dengan kawasan Perumahan Deltasari Baru.
“Kami melintas di jalan umum (Jalan Raya), bukan masuk ke jalanan cluster perumahan,” tegas Samian saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, sebelum kegiatan berlangsung, pihak desa telah melakukan koordinasi dengan unsur kepolisian, TNI, serta pihak pengembang perumahan.
Samian juga menyebut penggunaan sound system dalam kegiatan tersebut masih menggunakan perangkat yang menurutnya berada dalam standar persewaan. Namun, ia mengakui adanya kemungkinan suara terdengar lebih keras dari perkiraan ketika kegiatan melintas di kawasan permukiman.
“Ini hanya perayaan, kami mohon maaf. Penggunaan sound system juga masih dalam batas standar persewaan dan tidak melampaui batas SE,” pungkasnya.
Perbedaan pandangan antara warga dan penyelenggara tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi bersama. Perayaan HUT Kemerdekaan sejatinya menjadi momentum mempererat kebersamaan, namun tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Red












